BISNIS ONLINE = BISNIS KEPERCAYAAN

Sadar atau tidak sadar bahwa seseorang yang berbelanja secara online adalah orang yang telah menyerahkan kepercayaannya secara penuh kepada pedagang online. Sehingga ketika mengambil keputusan untuk transfer maka Ia hanya bisa pasrah dan berdoa moga-moga barangnya dikirim, atau jangan-jangan tidak bisa tidur sebelum barangnya sampai ke tempatnya.

Bagaimana tidak!! Sangat mungkin orang yang berbelanja belum kenal dengan si penjual, begitupun sebaliknya si penjual belum kenal dengan si pembeli tetapi itu tidak begitu penting bagi penjual, karena belum satu pun

bisnis online yang penulis ketahui mengirimkan barangnya duluan kepada pembeli sebelum mereka menerima harganya, karena penjual memiliki perasaan yang sama dengan si pembeli, jangan-jangan setelah barangnya dikirim uangnya tidak ditransfer, akhirnya sebelum transfer di terima giliran si penjual yang tidak bisa tidur.

Sesuai dengan judul di atas, bisnis online memang sebuah bisnis yang mengandalkan kepercayaan pembeli, itu hal yang paling utama selain harga dan kualitas pada level berikutnya.

Sebagai pelaku bisnis online, penulis mengakui bahwa kepercayaan merupakan harta yang tak ternilai harganya. Di toko ketika waktu senggang saya sering briefing kepada pegawai saya bahwa kejujuran itu sangat penting, karena orang jujur semakin sedikit di dunia ini sehingga semakin di cari dan semakin dibutuhkan. Dimanapun ia, dilingkungan manapun kejujuran memegang peranan kunci untuk mendapatkan sebuah kepercayaan. Dan dari kepercayaan itulah hubungan kerja maupun hubungan bisnis dapat berjalan dengan lancar.

Yang perlu digarisbawahi juga adalah bahwa kepercayaan itu akan lebih sempurna bila itu terjadi antara kedua belah pihak, baik pebisnis online maupun pembeli online, mengapa demikian?? karena pembeli juga harus menjaga kepercayaan penjual, bukankah sebelum transfer pembeli memesan dulu dan kemudian baru transfer. Jika yang terjadi adalah penjual telah memberikan kepercayaan kepada pembeli dengan menyiapkan barang pesanan dan dipacking yang tentunya butuh waktu dan tenaga kemudian ternyata transfer tak kunjung diterima, maka hal ini akan mengganggu hubungan kerjasama, meskipun penjual tidak dirugikan secara materi, tetapi etika bisnis telah dilanggar sehingga hubungan bisnis akan sulit di bangun.

Penulis : Owner sumber-pakaian.com

~ oleh hanslim di/pada Januari 7, 2008.

3 Tanggapan to “BISNIS ONLINE = BISNIS KEPERCAYAAN”

  1. saya sangat setuju akan pentingnya kepercayaan antara penjual dan pembeli.

    Namun demikian, ternyata ada kesulitan untuk bertransaksi di internet jika belum kenal-mengenal, belum lagi berita disana sini tentang pebisnis internet yang kurang bertanggung jawab.

    Oleh karena itu, menurut saya untuk menumbuhkan rasa percaya, mungkin bisa di mulai dengan pengiriman “contoh sampel”.

    Misalnya penjual online menjual sebuah produk dalam bentuk grosir, untuk menumbuhkan rasa percaya si pembeli mungkin penjual bisa menawarkan paket sampel (khusus 1 kali) ….jadi kalau transaksi pertama sudah di lewati dan kedua pihak sudah sama-sama puas, saya yakin transaksi berikutnya akan melibatkan volume yang lebih besar, bahkan seperti efek bola salju seiring dengan bisnis yang semakin maju.

    demikian mungkin pendapat saya saat ini, ada pendapat lain yang mau menambahkan?

    salam

    partisimon Dot Com

  2. Pak terima kasih artikelnya, tapi bagaimana cara kongkrit mendapatkan kepercayaan konsumen pak?

  3. klo g percaya g mungkin beli dunk, salah-salah ntar ditipu lagi..

Tinggalkan Balasan